• 9849-xxx-xxx
  • smkskesehatan.bireuen94@gmail.com
  • Geulanggang Teungoh, Kota Juang, Kab. Bireuen, Aceh

Etika dalam Keperawatan

 

Etika dalam Keperawatan

Pengertian etika keperawatan menurut para ahli, secara garis besar, pengertian etika keperawatan adalah pedoman yang mengatur bagaimana seorang perawat dalam memberikan asuhan keperawatan kepada klien.

Pedoman etika keperawatan ini berisi nilai-nilai yang harus dijunjung tinggi oleh perawat. Setiap negara mempunyai pedoman etika keperawatan yang berbeda-beda disesuaikan dengan kondisi sosial, budaya, etika, dan lain sebagainya.

Di Indonesia, kode etik keperawatan digodok dan diresmikan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) pada Keputusan Musyawarah Nasional No.09/MUNAS/IV/PPNI/1989.

Terdapat setidaknya 8 etika keperawatan yang wajib dijunjung tinggi oleh setiap perawat, yaitu:

  1. Automony (Kemandirian).
  2. Beneficence (Berbuat baik).
  3. Justice (Keadilan).
  4. Non-Maleficence (Tidak merugikan).
  5. Veracity (Kejujuran).
  6. Fidelity (Menepati janji).
  7. Confidentiality (Kerahasiaan).
  8. Accountability (Akuntabilitas).

Aliran Etika Keperawatan

Sementara itu, ada tiga aliran mengenai etika yang wajib diketahui oleh para perawat, yaitu:

1. Aliran Etika Deskriptif

Etika keperawatan deskriptif adalah sebuah citra yang menjelaskan bagaimana seharusnya perilaku manusia (perawat) di dalam masyarakat untuk mencapai sebuah tujuan.

2. Aliran Etika Normatif

Aliran etika keperawatan normatif ini merupakan sebuah jawaban mengenai norma baik dan benar di dalam masyarakat. Setiap masyarakat mempunyai pandangan baik dan benar tergantung dari sosial-budaya, sosial-ekonomi, dan status atau kondisi tempat.

Berdasarkan teori dari Frankea (1973), ia membagi etika normatif menjadi dua, yaitu:

  • Deontology (deontologi) adalah etika yang digunakan sebagai tulok ukur pada perilaku manusia yang bersifat formalitas, seperti tugas dan kewajiban.
  • Theological (teologis) adalah pedoman yang digunakan untuk mengatur bagaimana kode etika atau perilaku.

3. Aliran Etika Pluralisme

Etika pluarisme berfungsi sebagai pedoman perilaku guna mendapatkan berbagai informasi yang kemudian digunakan untuk mengukur kompleksitas pada kondisi tertentu dan dapat digunakan sebagai pertimbangan etika.

Dalam memberikan asuhan keperawatan, perawat harus menyesuaikan dengan kebutuhan pasien/klien dengan memperhatikan nilai-nilai yang ada di tempat tersebut, seperti:

  • Perawat harus mempunyai pengetahuan yang luas dan mendalam.
  • Perawat harus mempunyai kompetensi teknis yang matang dari proses belajar-mengajar.
  • Perawat harus mempunyai sikap kepribadian yang baik dan seprofesional mungkin dalam memberikan pelayanan keperawatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *